Ini pohon 'tertua' sedunia, tumbuh sebelum banjir era Nabi Nuh
Tes radiokarbon memperkirakan usia pohon jenis spruce ini mencapai 9.550
tahun. Meme satir itu lalu mengklaim pohon ini bahkan jauh lebih tua
dari perkiraan ilmuwan Injil yang menyatakan banjir besar masa Nabi Nuh
terjadi pada 1.656 sebelum masehi.
Pertanyaannya, apakah pohon itu benar-benar ada? Majalah National
Geographic memastikan pohon itu memang tumbuh di Provinsi Dalarna,
tepatnya di wilayah dataran tinggi setempat. Universitas Umea menyatakan pohon setinggi empat meter ini batangnya
baru berusia puluhan tahun. Tapi akarnya dipastikan terus hidup di
tempat yang sama sejak nyaris 10 ribu tahun lalu. "Ketika ada bagian akar yang mati, sudah ada jaringan baru dari akar
yang sama," kata Leif Kullman, guru besar ekologi dan lingkungan
Universitas Umea.
Kendati begitu, ilmuwan sedunia belum sepakat bahwa pohon spruce yang
biasanya ditebang untuk hiasan natal di Swedia itu sebagai tumbuhan
tertua sejagat. Sejauh ini, para pakar pohon baru bersepakat menobatkan pinus di
California sebagai yang tertua di dunia. Pohon jenis bristlecone di AS
itu secara ilmiah dipastikan berusia 5 ribu tahun lebih.
Inilah Pohon Tertua di Dunia yang Usianya 9.500 Tahun
Kamu tentu sering mendengar bahwa pohon tertua di dunia biasanya
berumur ratusan tahun. Tapi, agaknya kamu harus menepis argumen
tersebut. Pasalnya, sebuah pohon berumur 9.500 tahun ditemukan di
Swedia. Entah hidup pada zaman apa pohon yang disebut pohon old tjikko
tersebut. Para peneliti memperkirakan hidupnya dimulai sejak zaman
es. Pohon ini mengalahkan rekor pinus Bristlecone di White Mountain
California (5.000 tahun).
Penentuan usia pohon kali ini tidak dihitung melalui banyaknya
lingkaran tahun pada batang pohon. Namun, perhitungannya didasarkan pada
sistem penanggalan karbon. Dihitung dari sistem akar di bawah pohon. Kalau berdasarkan lingkaran tahun, batang pohon ini usianya sekitar 600 tahun. Mengapa demikian? Karena ketika batang lama mati, akar akan tetap
hidup sampai kemudian tumbuh batang baru. Itulah sebabnya, usia akar
jauh dijadikan sebagai usia pohon secara keseluruhan. Para peneliti menemukan pohon old tjikko pada tahun 2004 di semak-semak pegunungan. Pohon berada pada ketinggian 910 meter di Swedia.
Sebenarnya, pohon yang tingginya hanya 4 meter tersebut bukan pohon
asing bagi penduduk Swedia karena sering dipakai untuk pohon natal.
Selama ini pohon natal dikenal menggunakan pohon pinus atau cemara. Kalau yang satu ini merupakan pohon pinus dari spesies Spruce ione Norwegia. Sedikit pengetahuan untuk kamu yang belum begitu mengenal pinus, bahwasanya pohon ini memiliki banyak manfaat. Di Indonesia juga ada pohon pinus, jenisnya pinus merkusi. Seluruh
tumbuhan yang tergabung dalam marga pinus merupakan tumbuhan berumah
satu. Tumbuhan berumah satu terdapat organ jantan dan betina yang
letaknya terpisah.
Pohon pinus banyak dijumpai di daerah perbukitan atau pegunungan.
Biasanya, pohon pinus dikembangkan untuk diambil manfaatnya. Selain itu,
adanya pohon pinus di pegunungan, akan semakin mempercantik panorama di
sekitarnya. Lalu bagaimana dengan spesies pinus yang satu ini? Tanpa menunggu lama lagi, langsung saja yuk, simak foto-foto cantiknya. Let’s see it!
1. Sejenis Pohon Cemara
Para peneliti mengemukakan bahwa pohon old tjikko termasuk jenis pohon cemara. Pohon old tjikko adalah pohon individu klonal tertua di dunia. Kloning pada pohon old tjikko membuatnya mampu bertahan lama hingga ribuan tahun. Tampilannya? Tentu saja masih selalu memukau. Bayangkan kecantikannya
saat pohon ini dijadikan pohon natal. Pasti menyuguhkan pemandangan
tiada duanya.
2. Kokoh dan Indah
Tidak jauh beda dengan pohon-pohon tua lainnya, pohon old tjikko terlihat kuat dan kokoh di tengah-tengah bentangan pegunungan. Daun-daunnya hijau melambai-lambai tertiup angin.
Sekalipun tingginya hanya 4 meter, pohon ini tetap menjulang gagah. Sungguh pohon yang menawan.
3. Bertahan di Suhu Dingin
Keren! Pohon old tjikko
bisa bertahan dalam tumpukan salju yang super tebal. Meskipun seluruh
permukaan tertutup salju, tapi pohon ini masih tegak berdiri.
4. Anti Cuaca Ekstrim
Umumnya, pohon sejenis ini hanya hidup sekitar 600 tahun. Namun, ketangguhan pohon old tjikko meruntuhkan fakta tersebut. Dengan usia 9.500 tahun, pohon old tjikko tidak berubah sedikit pun meski diterpa cuaca ekstrim.
5. Tetap Berdaun di Tengah Gersang
Lihatlah pemandangan sekitar pohon old tjikko.
Nampak agak gersang bukan? seperti berada di musim gugur. Namun, pohon
tetap konsisten menyisakan daun-daun hijaunya. Ia tetap paling indah di
antara tumbuhan yang lainnya.
6. Predikat Pohon Tertua
Pohon old tjikko
pada akhirnya mendapat predikat pohon individu tertua di dunia setelah
beberapa penelitian membuktikan ia hidup di zaman Nabi Nuh. Wah,
terhitung seberapa tuanya bukan?
Kalau sekarang, usia pohon ini tepatnya 9.550 tahun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar